Saturday, April 17, 2010

Menungu Mas Van Gogh Ditemani Citarasa Unik Inovasi Belanda.....





"Mas Van Gogh" memberi saya pesan singkat melalui secarik kertas yang diikatkan pada setangkai bunga tulip dan sekotak keju. Isinya begini......

"Dik Rere..... saya tunggu jam 4 sore ini di bangku taman Benteng Vredeburg..... "

Mas Van Gogh adalah pelukis pasca-impresionis Belanda dengan hasil lukisan-lukisan nya yang termasuk karya seni terbaik dan terkenal dalam sejarah Eropa.


Pesan singkat mas Van Gogh membawa saya sampai di Benteng Vredeburg. Sambil menunggunya datang, saya memesan semangkuk kecil wedang ronde. Saya duduk di sebuah bangku taman di depan salah satu ruangan memanjang. Tempat ini adalah salah satu bangunan peninggalan Belanda. Dibangun sekitar tahun 1760 di kota Yogyakarta, Indonesia. Di luar Benteng ini masih banyak bangunan peninggalan Belanda lainnya yang sama menariknya.

Saya memandangi sudut-sudut nya dan menerawang kekuatan masa lalunya yang terlihat masih kokoh. Bagi saya, Arsitektur khas ciptaan Belanda adalah layar putih untuk menangkap gambar hidup yang dinamis dan berpondasi mantap. Keterbatasan kata dan ketakjuban saya memandangi bangunan ini, sama seperti sesuatu yang berlari-lari di kepala lalu turun dengan indah dan memberikan beragam pertanyaan yang mampu mengugah motivasi. Kedengarannya sedikit berlebihan ya, "LEBAYYYYY...." Tapi, itulah yang saya rasakan.

Struktur bangunan Belanda menurut saya memiliki ciri khas di setiap design dan konstruksinya atau tampilan luarnnya. Saya memang tidak pernah belajar soal arsitektur,apalagi struktur bangunan. Saya lebih senang menikmati keindahan wujudnya yang ada dalam penciptaan bangunan-bangunan rancangan peninggalan Belanda.

Arsitektur Belanda memainkan peranan penting dalam wacana Internasional, dan mencapai tingkat prestise global. Terbukti pada inovasi lain yang terkenal seperti jembatan flying bridge 'Slauerhoffburg' yang dirancang oleh Van Driel pada tahun 2000 di Leeuwarden. Jembatan ini menggunakan unsur robotic dan lengan ayun yang mengangkat bagian tengah jembatan ke salah satu sisi dan kurang lebih 90 derajat ke atas. Jembatan ini dirancang dengan tujuan memperbolehkan pejalan kaki, pengendara atau kereta api dapat melintas di atas sungai besar.

Negeri kincir angin ini memang memiliki mata tajam dan selera unik dalam perkembangan inovasi. Saya jadi ingat seni 'Blue River' Air hidup, yang telah diciptakan oleh seniman Belanda bernama Henk Hofstra pada tahun 2007 di Moleneind, sebuah jalan di Drachten. Wow... tak habis-habisnya saya takjub pada penemuan seni ini. Penemuan Henk Hofstra ini telah dibuat kreatif pada 1 kilometer atau 1000 meter jalan. Di tengah warna biru juga dicat kata-kata 'Blue River' dengan tinggi 8 meter. Proyek kreatif ini telah menggunakan 4000 liter cat dan biaya 75.000 Euro atau sekitar 900.000 rupiah dan setengahnya ditangung pemerintah. Blue River adalah cara simbolis untuk menunjukkan sejarah Drachten yang dimasa lalu tertutup oleh air. Ini bukan hanya penemuan bagi lingkungan tetapi juga menjadi inspirasi dunia. Blue River adalah seni kritik yang tepat, yang mempertimbangkan dampak luas. Penemuan Karya Visual ini mendorong dan memperhatikan sebuah ruang publik masyarakat sehari-hari yang dekat di sekitar kita. Energi Inovasi yang syarat akan nilai yang tinggi tetapi memiliki kepentingan perspektif wacana yang baik.

Hmmm....unsur seni yang unik nampaknya menjadi zat tambahan dalam setiap ilmu pengetahuan atau penemuan yang berkembang dan berasal dari negara ini. Selain jembatan 'Slauerhoffburg' dan 'Blue River', ada lagi yang memukau perhatian saya terhadap inovasi Belanda, salah satunya adalah 'Apartemen Unik Blok 16', Blok yang otonom dan bereaksi pada dua kondisi, dirancang oleh OMA di pusat kota Almere.

Masalah sosial dunia pun rupanya diperhatikan dengan baik, dikemas pada persuasi menarik dan tatanan penciptaan ilmu sosial yang baik pula seperti 'ART AIDS'. Art AIDS menggunakan seni dalam memerangi AIDS dengan menggundang seniman terkemuka untuk menghasilkan karya yang berhubungan dengan AIDS dan hal terkait. Proyek ini bertujuan untuk mencegah dan memerangi AIDS. Art AIDS diciptakan dan dibentuk salah satunya oleh penulis Belanda.

Cita rasa Belanda berakar dari sebuah selera yang tinggi, unik, dan khas dalam penciptaan karya, kemajuan ilmu, dan penemuan ilmiah, yang dilandasi oleh rasa eksploratif yang peka. Seperti sebuah formula yang tercampur dengan menarik. Berdampak impase positif melahirkan motivasi akan sebuah inovasi unggul bagi masyarakat luas dan dunia.

Saya jadi tak sabar bertemu dengan Mas Van Gogh, barangkali saja Mas Van Gogh mau mengajak saya mengunjungi negaranya dan bisa membuktikan langsung uniknya citarasa inovasi Belanda, " NGAREPPPP....."

                                                                                     
                                                                                    ***