Saturday, October 29, 2011

MENGANYAM RASA

Di sebelahku kini ..... ada beberapa hal yang datang menyela pembicaraan hangat
Lalu ia menyodorkan seikat bunga crysan dan tiga batang dandelion yang sayang kalau tertiup angin ...
Yah ..... tapi akhirnya dandelion itu tak cukup kuat, ia lebih suka angin sebab ia suka terbang ...

Sekarang di tanganku ada seikat bunga crysan dan tiga batang dandelion
Hanya tinggal tiga batangnya saja
Sayang kalau batang-batangnya pun harus jatuh, terlepas dari tangan
Sebab ia menjadi tak fokus di tanganku
Karena kini genggamannya tertuju pada seikat bunga crysan ...
Yaah ..... batangnya pun terlepas dari tangan
Batang dandelion ...
Kini tinggal dua ikat ...
Batang dandelion ...

Bunga crysan masih utuh, warnanya kuning
Terbungkus bingkisan kain tile berwarna putih dilengkapi pita peach pemanisnya
Sementara masih terpegang erat menjadi satu bersama batang dandelion yang tinggal dua
Semoga saja keduanya tak jatuh
Lalu terinjak sepatuku ...
" Crysan ini cantik... tapi mungkin lebih cantik jika ada yang berwarna putih terangkai di dalamnya bersama yang kuning " ...
Yaaah ..... batang dandelion jatuh satu, lepas melayang, jatuh di tengah celah sepatuku ..... kini hanya tersisa satu lagi digenggamanku
Batang dandelion ...

La Flowery ..... La Flowery .....
Lagu ini kupersembahkan bagi langit yang tersenyum kepada bunga-bungaku ...
Tanganku memiliki dua kepal
Kenapa tak kupindahkan saja yang satunya ...
Supaya mereka tidak berebut kehangatan pada telapak tanganku ...
Ya! kupindahkan ...
Yaaaah ..... batang dandelion yang tinggal satu benar-benar jatuh, jauh dari sisi sepatuku bahkan mendesir ke air yang tak jernih di sudut ranting ...
Batang dandelion ...

Aku tak memerlukan seikat crysan ini ...
Aku hanya mau dandelion ...
Tiga batang dandelionku ...



Friday, May 6, 2011

belajar bersemangat dan bermimpi dari seorang ANNE FRANK

Anne frank, adalah gadis kecil keturunan kaum yahudi. Semasa hidupnya ia bersembunyi di Amsterdam bersama keluarga dan empat temannya. Selama persembunyian mereka berhasil tertangkap krn dikhianati, semuanya tewas , kecuali ayah anne. Ketika kembali ke Amsterdam, ayah Anne menemukan buku2 harian Anne yg ditulis sejak 12 Juni 1943 hingga 1A gustus 1944...
Didalam buku hariannya, Anne Frank bercerita tentang bagaimana kisahnya ketika bersama teman-temannya sehari-hari, bagaimana ia merasakan tertarik pada temannya, bagaimana ia berkutat dalam persembunyian, dan ingin lari dari semua hal yang membungkamnya... ia punya banyak cita-cita dan sangat bersemangat, sampai ia meninggal ia ingin mengamalkan ilmu yg ia dapat, ia ingin belajar tentang banyak hal di dunia, meskipun ia hidup dalam ketakutan setiap hari... bagaimana ia menggambarkan dirinya kontradiktif. Ia ingin hidup dengan apa yg ia punya, sebagai manusia yang sama, tanpa dilihat bagaimana ia ditakdirkan lahir dari seorang yahudi. Bagiaman ia ingin keluar dari rasa ketakutan...
Kalimat Ane Frank yang dalam adalah
'Tak seorang pun menjadi miskin karena berbagi"....
"Saya percaya semua orang sungguh baik hatinya"....
"Lebih baik kata-kata derita terbawa di dalam kertas, daripada mumi membawa di dalam hari"....
"Kemalasan memang tampak menggoda, tapi bekerja memberi kepuasan"....
"Kebahagiaan siapapun akan membuat orang lain bahagia juga"....
"Yang luar biasa, anda tidak perlu waktu khusus untuk mengubah dunia"....







Wednesday, May 4, 2011

PART OF 'ALUNA ROGA'

ibu Ainun mendekatinya dan mengepang rambutnya yang mulai panjang, di ambilnya cermin kayu berbentuk lonjong, pemberian temannya yang bernama 'Wuning'....
" istri itu tidak harus selalu menjadi perspektif cekeremes konco wingking dan sigaraning nyowo sayang....isi hatimu dengan ketulusan untuk merawatnya, perlakukan suamimu seperti kamu memperlakukan hatimu, tubuhmu, dan alquran ditempat terbaik yang kau tempatkan....bersihkan tubuhnya sampai kamu membersihkan jasadnya....dan jika tak sempat... maka dari langit kamu bisa meminta izin kepada TUHAN untuk memandikannya.... pun tugasmu tidak pernah berhenti ketika berada di langit...kamu harus selalu menuntunnya dengan nyanyian surga, agar jalannya tak sempit....basuhlah kakinya setelah lelah menginjak coral-coral setiap hari, isi kekosongan rongga jari-jarinya ketika ia sendiri...setiap detik adalah ridho ALLAH, pinarak dan belai ia dengan kelegowoan mu yg paling tulus...."

Wednesday, March 30, 2011

JARAK DALAM RENUNGAN

Jarak seperti spasi
ketika terus menggunakannya sebagai batas
tanpa menemukan hubungan yang terkait antara kalimat satu dan yang lainnya
spasi hanyalah titik yang memiliki  fungsi yang sama
Jarak tidak diciptakan untuk memenggal sebuah rasa
Karena jarak sesungguhnya adalah proses untuk mempertemukan....




Monday, March 21, 2011

ALUNA ROGA


Di sebuah kamar bercat terakota dan bermuatan seni yang diciptakan dengan rasa yang syahdu serta hasrat bergejolak tinggi penuh erotika imajinasi, kadang kala ide Ia ciptakan. Entah membuat boneka kecil yang selalu ia namai berbeda-beda, anyaman tali yang kemudian dijadikannya kalung, atau syal penutup lehernya yang jenjang, serta diam dengan membuat draft-draft pokok kreatifitas di otaknya. Lebih dari 5 GB kapasitas otaknya mungkin selalu dijadikannya tempat untuk menyimpan ide dan kreatifitas yang selalu ia temui dalam waktu apapun. Terutama sore hari. Ia menyukai sore, sore yang untempo, sore yg ritmis dan romantic namun kadang kala melodic.

Suatu sore ia melewati langit dan tertidur di awan. Ia menyukainya, karena awan lebih lembut dari sprei bulu angsa. Udara tipis dan sejuk seperti di pegunungan perawan menghimpit masuk lubang hidungnya yang kecil. Suara riuh tetapi terdengar kewibawaan dan atributnya menghentikan udara itu. Ia terbangun dan melihat sekumpulan orang tak biasa didekatnya, Di tegurnya lembut, keras, mengeras, dan sangat keras. Mereka tak mendengar, tidak sama sekali. Apakah mereka tidak melihatnya. Padahal jarak mereka begitu dekat 3 jengkal saja Ia sanggup menendangnya.

Siapa mereka, sepertinya sangat Ia kenal. Tunggu sebentar " dalam hati ia cepat2 mengingat, merekam ". Ya! Ia tahu siapa mereka. Pria tua yang masih tegap di barisan depan adalah Pak Karno, IR. SOEKARNO. Tepat di belakang nya seorang pemuda berwajah berbeda dengannya dan ras yg sangat berbeda tengah memetik gitar lirih dengan tangan kirinya, bukankah dia KURT COBAIN, lalu yang bernyanyi disebelahnya itu adalah BENYAMIN SUEP. Bagaimana mungkin KURT bisa mengiringi Bang Ben dengan lagu betawi seperti itu pikirnya. Lalu yang sedang berbicara dengan Pak Karno itu bukannya Om Pram, PRAMOEDYA ANANTA TOER. argghhhh... aku ingin meminta tanda tanggannya, OMMMMMMM.... percuma, dia tidak mendengar pikirnya. heiyy, sedang apa pria berkacamata itu, Lenon, yah, JOHN LENON kan, kenapa ia memasak, siapa yang membuat kopi bersamanya itu, ohh....JANIS JOPLIN, aku hafal betul kacamatanya itu, mereka berdua sama-sama berkacamata. heiyy siapa dia, wanita yang wajahnya lembut dan terus saja  menyusun sepatu-sepatu dan kemeja suaminya dengan rapi, ya Tuhan...bukankah itu Ibu AINUN HABIBI...

Raumen ini begitu membuatnya bingung dan mengisyaratkan bahwa ia berada di antara orang-orang yang selalu menjadikannnya bagian dari inspirasi sore yang selalu ia ciptakan, sudut matanya lekat-lekat tak berhenti melihat, mendengar ritme alunan fragmen ini. seperti menyala, menyalak, dan berdegup. Bahwa ia seorang perempuan yang bernama Aluna Roga, tengah berada dalam kumpulan orang-orang angker...


(bersambung.....)